Disclaimer : Bak kata Juria Afina: "This is not a revelation, this is just a piece of my brain"
Simply put, dalam setiap penulisan ada FIKSI dan BUKAN FIKSI nya. Kalau terasa, tanggung sendiri :)

#You might find yourself in my writing(s), that's how I acknowledge your presence in my Qalb.

Friday

Menyampah

eloklah bubar je mahkamah dekat malaysia nih. hat sibuk duk study law, pergilah tukar course culinary. balik rumah boleh buat kek batik.
-@wasabisenpaii

p/s: it should be read sarcastically in case you don't get it


×××

maka bertanyalah kamu kepada AhluzZikri jika kamu tidak mengetahui
(Surah Al-Anbiya':7)


Orang kata hukum manusiawi ini tidak telus dan korup.

Ada betul.

Tapi, mulut perlu jaga juga. Otak kasi gerak sama.

Sibuk 'tembak-menembak' menyalahkan sebab tidak laksanakan hukum Tuhan seolah dia tahu semua.

Padahal, dalam hukum Tuhan itu juga jelas tentang Qisas.

    [Pi belajaq qatlu ^amd (membunuh dengan niat) / qatlu khata' (membunuh tanpa sengaja) ]

Sedang jari yang dipatahkan (sengaja atau tidak) juga dikenakan diyah (denda).

Ini pula, sabitan membunuh.

Sigh.

     Apa yang aku nak tekankan sebenarnya, fikir sebelum kata.

     Belajar kalau tak tahu;

          sekurangnya tanya pada yang tahu.

     Si tertuduh belum lagi ditsabitkan dengan petuduhan. 

    Baru dipanggil memberi keterangan, untuk kumpul bukti.


Sigh.

Jujur, aku kadang menyampah juga dengan orang yang laju sangat buat telahan tanpa ilmu (dari semua sisi/segi)

pp/s: Oh ya, kalau kau nak tahu, usaha untuk laksanakan hukum Islam itu ada dah dan masih berterusan, inshaa-Allah.

___________

*Far from defending anyone, my only concern is a declining society who judges only with perception with the facade of defending justice without actually trying to be just and knowledgeable of it. (Hisyamuddin Mohamed) 

No comments: