Disclaimer : Bak kata Juria Afina: "This is not a revelation, this is just a piece of my brain"
Simply put, dalam setiap penulisan ada FIKSI dan BUKAN FIKSI nya. Kalau terasa, tanggung sendiri :)

#You might find yourself in my writing(s), that's how I acknowledge your presence in my Qalb.

Wednesday

"Ray, tidak ada kehidupan di dunia yang sia-sia," (Tere Liye, h.61)


Pesan Kak Wanfad,
Kalau kita sayang seseorang, kita doakan dia;
Kalau kita cinta seseorang, kita doakan dia;
Kalau perasaan kita biasa-biasa pada seseorang pun, kita doakan dia;
Dan, yang pentingnya... Kalau kita bencikan seseorang, kita doakan dia juga.

Aku, terkesan sungguh. Sebab aku percaya (sungguh-sungguh) , pertemuan yang Allah tetapkan dalam hidup kita ini akan menghasilkan dua benda:
i.  dia akan mengubah engkau; atau
ii. kau yang akan mengubah dia
--- 

[ Aku ; ASR ]

"Kalau ada benda yang kita buat salah, tegur tau -macam mana cara pun. Sebab kita ni 'slowpoke' sikit. Mungkin, tak sedar dengan kesilapan kita" 
Dia senyum. Manis sangat. 
"Kamu tahu kenapa Allah pertemukan seseorang tu dengan seseorang yang lain?"
Jeda dua saat. "Kenapa?" 
"Ada dua sebab. Satu, samada dia akan mengubah kita atau dua, kita yang mengubah dia" 
"Bukan yang mengubah manusia itu Allah?" 
Senyum. Angguk. "Memang; setiap perkara yang terjadi adalah tertakluk di bawah kuasa Allah. Tapi, manusia itu pengantara. Sebelum Allah menetapkan satu ketetapan (yakni perubahan yang Dia mahu), dia pertemukan seseorang dengan yang lain. Formula-nya, sesuatu tak kan berubah andai dia stagnant dan orang-orang yang kita jumpa tu sebenarnya adalah catalyst sama ada kita sedar atau tidak" 
Dia senyum sekali lagi. Allahu~  
Manis. Sangat manis wajah dia. Menenangkan.  
Dan sekali lagi, hati aku berkata, 'Terima kasih Allah sebab pertemukan aku dengan agen pengubah aku'
---

Heh.
'Samada dia mengubah kita atau kita yang ubah dia'
Aku, sangat percaya akan itu. Entah kenapa. Keyakinan aku pada perkara itu, kukuh.

Sampai lah Tere Liye fahamkan pada aku hakikat apa yang aku percaya selama ini -melalui penulisan beliau.

Yang sebenarnya, hidup kita adalah satu rangkaian sebab dan akibat. Satu rangkaian yang penuh misteri dan keindahan. Satu rangkaian yang hanya Dia tahu 'hadiah' apa yang dia sediakan untuk kita.

Sebab, kita tak akan pernah lari dari 'law of cause and effect'. Itu, sunnatullah.

Analoginya, mudah.  Umpamanya, 'Kalau kau makan (sebab) , kau akan kenyang (akibat)'

Hidup manusia, tiada beza. Karna, itu sunnatullah.

Senyum segaris.

Andai kau benar faham hakikat itu, inshaa-Allah tiada kata 'sesal' dengan pertemuan dengan seseorang.

Karna, semua itu di bawah pengetahuan Allah. Semua itu di bawah pengaturan Allah. Bagaimana mungkin kau akan 'sesal' dengan sesuatu yang diatur oleh pemilik sekalian alam?


لَهُ ۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَمَا فِى ٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَہُمَا وَمَا تَحۡتَ ٱلثَّرَىٰ (٦) وَإِن تَجۡهَرۡ بِٱلۡقَوۡلِ فَإِنَّهُ ۥ يَعۡلَمُ ٱلسِّرَّ وَأَخۡفَى (٧) ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ‌ۖ لَهُ  ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ (٨
Dia lah jua yang memiliki segala yang ada di langit dan yang ada di bumi serta yang ada di antara keduanya dan juga yang ada di bawah tanah basah di perut bumi. (6) Dan jika engkau menyaringkan suara dengan doa permohonanmu, (maka yang demikian tidaklah perlu), kerana sesungguhnya Allah mengetahui segala rahsia dan segala yang tersembunyi.(7) Allah! Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, bagiNyalah segala nama yang baik. (8)
[Surah Taha : 6-8 ]

Barangkali, kita tidak sedar, dalam ketidaksukaan kita dipertemukan dengan orang itu, sebenarnya ada perkara yang lebih besar yang Allah mahu ajar kita.

Allah~

Pengaturan Allah, kau tak akan dapat jangka. Sebab Allah adalah Dzat yang penuh dengan 'surprises'.
Macam...kisah Nabi Musa memukul tepian pantai sebelum laut terbelah menjadi dua.
Dan juga, macam kisah Nabi Nuh disuruh Allah untuk membina bahtera.
Apatah lagi, kisah penghijrahan Nabi Muhammad dan para sahabat.
Allah~

Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan (wahai umat manusia dan jin)? (Surah Ar-Rahmaan)

Indah kan pengaturan Allah?

-----------------------


"Ray, kering atau basah nasib sebutir gandum itu sudah ditentukan. Tidak peduli berapa baik pun atap gudang menahan hujan. Tidak peduli berapa kukuh pun baldi plastik melindunginya. Tidak peduli berapa dalam rekahan lantai menutupinya. Kalau malam itu ditentukan kering, maka keringlah dia. Begitulah kehidupan. Gugur tidaknya sehelai daun di hutan paling tersembunyi semua sudah ditentukan. Menguap atau menitiknya sebutir embun yang bergayut di bunga anggerik di dahan paling tinggi, hutan paling jauh semua sudah ditentukan." (h.62)

"Bagi manusia, hidup ini juga sebab akibat, Ray. Bezanya, bagi setiap manusia sebab akibat itu membentuk peta dengan ukuran raksasa. Kehidupanmu menyebabkan perubahan garis kehidupan orang lain, kehidupan orang lain mengakibatkan perubahan garis kehidupan orang lainnya lagi, kemudian entah pada lingkaran yang ke berapa, kembali lagi ke garis kehidupanmu. Saling mempengaruhi, saling berinteraksi. Sungguh, kalau kulukiskan peta itu maka dia bagai bola raksasa dengan jutaan benang yang saling melilit, saling menjalin, lingkar-melingkar. Indah. Sungguh indah. Sama sekali tidak rumit," (h.62-63)

"Kerana kau menjadi sebab bagi garis dan kehidupan Diar. Anak kecil kurus yang dijemput maut dengan baik. Malam itu, ribuan malaikat memenuhi langit kota, tidak pernah seperti itu selama ratusan tahun terakhir, Ray" (h. 76)

"Diar menjawab lima pertanyaan yang terpendam di hati hitam kelam penjaga rumah anak yatim itu sekali gus. Diar mencungkil mangga kunci besar hatinya. Diar menjadi sebab baginya, dan kau, kau menjadi sebab bagi Diar............" (h. 77)
-Tere Liye (2010), PTS Litera, Rembulan Tenggelam Diwajahmu.


No comments: