Disclaimer : Bak kata Juria Afina: "This is not a revelation, this is just a piece of my brain"
Simply put, dalam setiap penulisan ada FIKSI dan BUKAN FIKSI nya. Kalau terasa, tanggung sendiri :)

#You might find yourself in my writing(s), that's how I acknowledge your presence in my Qalb.

Tuesday

"Kenapa diam je?" 

"Tak ada apa" 

"But your face didn't say so" 

Mengeluh perlahan. "Keliru" 

"Tentang apa?" 

Dia pandang tepat pada mata sahabatnya. Matanya, sedikit berkaca menahan apa yang terbuku di hati. Hati ingin meluahkan cuma tak tahu macam mana. Tapi, mungkin sayang yang Allah terbitkan antara keduanya menyebabkan si sahabat dapat tangkap maksud hati tanpa perlu bicara kata. 

"Tentang...itu?" 

Angguk. 

"Kenapa jadi keliru semula?" 

"Sebab ni" ditunjuknya benda itu pada si sahabat. 

Jeda.

"Semalam, waktu aku selak Quran randomly aku terjumpa ayat ni: 
“Kamu sekalian Kami uji dengan keadaan serba ketakutan, lapar dan serba kekurangan, baik mengenai harta, jiwa, mahupun mengenai hasil tanaman, dan buah-buahan, gembiralah orang yang sabar, tidak ditimpa sesuatu musibah, mereka (berserah diri kepada Allah) dengan mengucapkan: kami kepunyaan Allah dan kepada-Nya kami kembali.” Surah Al-Baqarah, ayat 186.
Dipegangnya tangan dia. "Allah sebenarnya rindu dengan suara kau. Rindu nak dengar kau munajat pada Dia. Bila Allah turunkan ujian, sebenarnya Allah nak kau minta pada Dia. Jadi, mintalah pada Allah. Mengadulah pada Allah. Merintihlah pada Allah, ya"

Diam.

Senyum. "Terima kasih. Janji dengan aku, dekat syurga nanti jadi jiran aku. Please?"

-------

Lakukanlah ini apabila terbangun malam, walaupun tidak larat untu
Lakukanlah ini apabila terbangun malam, walaupun tidak larat untuk bertahajjud.صحيح البخاري ١٠٨٦: حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ الْفَضْلِ أَخْبَرَنَا الْوَلِيدُ هُوَ ابْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي عُمَيْرُ بْنُ هَانِئٍ قَالَ حَدَّثَنِي جُنَادَةُ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ حَدَّثَنِي عُبَادَةُ بْنُ الصَّامِتِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ تَعَارَّ مِنْ اللَّيْلِ فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي أَوْ دَعَا اسْتُجِيبَ لَهُ فَإِنْ تَوَضَّأَ وَصَلَّى قُبِلَتْ صَلَاتُهُTelah menceritakan kepada kami Shadaqah bun AL Fadhal telah mengabarkan kepada kami Al Walid, dia adalah anak dari Muslim telah menceritakan kepada kami Al Awza'iy berkata, telah menceritakan kepada saya 'Umair bin Hani' berkata, telah menceritakan kepada saya Junadah bin Abu Umayyah telah menceritakan kepada saya 'Ubadah bin Ash-Shamit dariNabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:"Siapa yang bangun di malam hari lalu membaca"laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir. Alhamdulillahi wa subhaanallah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar wa laa jaula wa laa quwwata illa billah"(Tidak ada ilah yang berhaq disembah kecuali Allah satu-satunya, tidak ada sekutu bagiNya. Dialah yang memiliki kerajaan dan baginNya segala pujian dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah dan Maha Suci Allah dan tidak ada ilah kecuali Allah dan Allah Maha Besar dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Dia")Kemudian dilanjutkan dengan membaca "Allahummaghfirlii" ("Ya Allah ampunilah aku") atau berdo'a (apa² doa), maka akan dikabulkan baginya. Jika dia berwudhu' lalu solat maka solatnya diterima".HR Bukhari 1086
Posted by Abu Aqif Studio on Sunday, April 5, 2015