Disclaimer : Bak kata Juria Afina: "This is not a revelation, this is just a piece of my brain"
Simply put, dalam setiap penulisan ada FIKSI dan BUKAN FIKSI nya. Kalau terasa, tanggung sendiri :)

#You might find yourself in my writing(s), that's how I acknowledge your presence in my Qalb.

Wednesday

Kalau di tanya pada aku, bagaimana aku pandang kehidupan dan sekalian makhluknya; aku akan kata kita semua ibarat penulis yang sedang menulis kisah terindah kita untuk kita persembahkan pada yang Kuasa -si pemberi hadiah. Kalau kisah kita itu fantabulous; garapannya indah, kisahnya ibarat roller coaster (sekejap happy, sekejap sedih, sekejap itu, sekejap ini) yang membawa kepada terlihatnya keindahan ibrah yang cuba disampaikan, dan klimaks saat Izrail masuk meminang itu diakhiri dengan kata 'La ilaha illallah', itulah satu kisah box-office yang aku harapkan saat hari anugerah nanti. Heh. 

Entah kalian faham apa yang cuba aku sampaikan atau tidak. Pokoknya, jangan hentikan pena kalian saat ujian datang bertanya khabar. Teruslah menulis sesuatu yang indah di mata Dia. Moga di hari anugerah nanti, senyuman kalian melebihi paras telinga.

___

Z, Zahra; A, Aku

Zahra: Kamu, bila kamu nak tulis pasal kita? 
Aku: Err.? Nak tulis pasal apa? 
Zahra: Buat lah satu kisah pasal kita.
Aku: Kamu kan tengah buat kisah kamu sendiri. Jadi, tulislah kisah kamu (barangkali dengan si dia) itu sebaik mungkin, ya. Kalau kita yang buat, takut nanti jadi tak indah.
(030315, +-1143H; MSBJ, IIUM)

No comments: