Disclaimer : Bak kata Juria Afina: "This is not a revelation, this is just a piece of my brain"
Simply put, dalam setiap penulisan ada FIKSI dan BUKAN FIKSI nya. Kalau terasa, tanggung sendiri :)

#You might find yourself in my writing(s), that's how I acknowledge your presence in my Qalb.

Monday

Perancangan Tuhan itu tiada celanya.

“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya.
Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus.
Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.” ― Tere LiyeDaun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
___

Kalau benar mengaku beriman dengan rukun yang keenam, kenapa perlu persoalkan tugas Tuhan?

Allahu~

Moga-moga hati kita cukup besar untuk redha-kan semuanya. 

Moga-moga hikmah tersirat dapat kita manfaatkan sebaiknya.

Allahu~



No comments: