Disclaimer : Bak kata Juria Afina: "This is not a revelation, this is just a piece of my brain"
Simply put, dalam setiap penulisan ada FIKSI dan BUKAN FIKSI nya. Kalau terasa, tanggung sendiri :)

#You might find yourself in my writing(s), that's how I acknowledge your presence in my Qalb.

Wednesday

Doa Rabithah = doa penghubung.?

Ada yang bertanya, "Awak rajin kan pesan suruh baca doa rabithah hari-hari. Kenapa eh?"

Ini jawapan saya, "Sebab, hati kita kan Allah yang pegang. Cuba selak surah Al-Anfal ayat 63. Allah kata:

" (وَأَلَّفَ بَيۡنَ قُلُوبِہِمۡ‌ۚ لَوۡ أَنفَقۡتَ مَا فِى ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعً۬ا مَّآ أَلَّفۡتَ بَيۡنَ قُلُوبِهِمۡ وَلَـٰڪِنَّ ٱللَّهَ أَلَّفَ بَيۡنَہُمۡ‌ۚ إِنَّهُ ۥ عَزِيزٌ حَكِيمٌ۬ (٦٣ 
Dan (Dia lah) yang menyatu-padukan di antara hati mereka (yang beriman itu). Kalaulah engkau belanjakan segala (harta benda) yang ada di bumi, nescaya engkau tidak dapat juga menyatu-padukan di antara hati mereka, akan tetapi Allah telah menyatu-padukan di antara (hati) mereka. Sesungguhnya Ia Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana" [Al-Quran, (8:63)] "

Boleh jadi hari ni, dia lah orang yang paling kita sayang. Tapi, esok... Dia pula yang menjadi musuh kita. Allahu~ Na'uzubillah min dzalik. Mohon dijauhkan.

Lagipun, kalau boleh... Biarlah perasaan sayang yang Allah hadiahkan sesama kita bisa dibawa sampai ke sorga. Kan.?

p/s: Kalau rindu adukan pada Allah ya. Biar rindu itu disimpan dan dijaga baik-baik oleh Allah dalam 'parcel' yang indah dan diberi peluang untuk kita 'buka' di sorga nanti. Mudah-mudahan. ^.^

No comments: