Disclaimer : Bak kata Juria Afina: "This is not a revelation, this is just a piece of my brain"
Simply put, dalam setiap penulisan ada FIKSI dan BUKAN FIKSI nya. Kalau terasa, tanggung sendiri :)

#You might find yourself in my writing(s), that's how I acknowledge your presence in my Qalb.

Saturday

"Aku lihat dari tadi kau meminta-minta. Siapa kau?"

"Pengemis."

"Engkau mengemis? Tapi, kau kelihatan elok-elok sahaja."

Senyum nipis.

"Otakku masih gagal men-cerna. Kenapa mahu ngemis? Tidak kah kau sadar tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah?"

Senyum. Angguk perlahan. "Aku tahu"

"Terus kenapa masih memilih untuk mengemis? Kenapa tidak usaha?"

"Kerna aku juga sadar aku bukan siapa-siapa. Dan aku jadi khawatir permintaan aku tidak diterima. Jadi, aku milih untuk ngemis"

"Maksudmu?"

Menarik nafas dalam. "Aku ini masih bertatih dalam mengenali Tuhan. Hati aku, masih banyak terpalit kotoran dan daki. Saban hari aku meminta ini dan itu padahal saban hari juga aku perlakukan dosa ini dan itu. Apakah pantas aku yakin Tuhan benar-benar akan terima doaku? Dengan dosa yang begitu banyak. Dengan hati yang tidak khusyuk. Dengan nafsu yang bergelojak, menduakan cinta yang hakiki. Apakah pantas aku benar-benar yakin Dia akan mengabulkan permintaanku?"

Jeda.

"Kerna itu aku milih untuk ngemis. Siapa tahu, andai du'a aku tidak dikabulkan, du'a orang kepadaku Tuhan terima."

Diam.

Senyum. "Sekarang, kau sudah kenalkan sama aku? Bisa aku 'mengemis' denganmu juga?"


MSBJ_RL : 11012014/0730

×××

Dari Abu Hurairah r.a bahawasanya Nabi SAW. bersabda yang bermaksud :
"Doa seorang sahabat kepada sahabatnya yang lain kerana Allah dalam tempat yang berjauhan diterima oleh Allah SWT." (Hadis Riwayat Muslim)

2 comments:

i.A said...

psstt hai cik nur..
*lelambai comei

Nur said...

Hi hi! ^.^
*lambai juga :p